Manfaat Olahraga Low Impact Olahraga low impact menjadi pilihan tepat bagi pemula maupun mereka yang ingin menjaga kesehatan sendi. Aktivitas ini meminimalkan tekanan pada lutut, pinggul, dan tulang belakang, sehingga risiko cedera lebih rendah. Selain itu, olahraga jenis ini tetap efektif membakar kalori, meningkatkan kebugaran kardiovaskular, dan memperkuat otot tanpa membuat tubuh terlalu lelah.
Jenis-Jenis Olahraga Low Impact Beberapa contoh olahraga low impact yang mudah dilakukan adalah berjalan cepat, bersepeda statis, berenang, yoga, pilates, dan latihan elliptical. Aktivitas ini tidak hanya aman bagi sendi, tetapi juga dapat disesuaikan intensitasnya sesuai kemampuan masing-masing individu. Bagi pemula, memulai dengan durasi 20–30 menit per sesi sudah cukup untuk membangun kebiasaan sehat secara bertahap.
Tips Memulai Olahraga Low Impact Penting untuk melakukan pemanasan sebelum memulai olahraga low impact agar otot lebih lentur dan sendi terlindungi. Gunakan alas kaki yang nyaman dan pakaian yang mendukung mobilitas. Konsistensi juga menjadi kunci, lakukan minimal 3–5 kali seminggu agar manfaat kesehatan maksimal dapat dirasakan. Dengan pendekatan ini, olahraga low impact menjadi solusi ideal bagi siapa pun yang ingin tetap aktif harian tanpa risiko cedera berlebihan.
